DETIKINI.WEB.ID – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melaporkan dua warga sipil mengalami luka-luka akibat ledakan benda yang diduga bom di Gunung Maut, Distrik Didohu, Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat, pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Berdasarkan siaran pers yang disampaikan oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, kedua korban merupakan pemuda yang sedang melakukan perjalanan bersama masyarakat menuju Distrik Didohu. Dalam perjalanan, mereka dilaporkan menemukan sebuah benda yang diduga sebagai bahan peledak di jalan umum kawasan Gunung Maut.
Menurut laporan tersebut, salah seorang korban mendekati benda itu dan membawanya kepada temannya. Keduanya kemudian memutuskan untuk melempar benda tersebut. Namun, benda itu meledak pada jarak yang diperkirakan kurang dari 50 meter, sehingga kedua pemuda tersebut mengalami luka-luka akibat serpihan ledakan. Mereka juga dilaporkan sempat kehilangan kesadaran dan mengalami trauma.
Hingga berita ini disusun, jenis benda yang meledak, asal-usulnya, serta kondisi terkini kedua korban belum dapat dipastikan melalui verifikasi independen.
Dalam siaran pers yang sama, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengaitkan kejadian tersebut dengan latihan militer yang menurut mereka berlangsung pada 26 September hingga 3 Oktober 2026 di kawasan Pegunungan Arfak.
TPNPB menyebut latihan itu melibatkan sejumlah unsur militer Indonesia, termasuk Pasukan Gerak Cepat TNI Angkatan Udara, Kopassus, TNI Angkatan Darat, serta instruktur militer dari Afrika Selatan yang diklaim berasal dari South African National Defence Force (SANDF).
Menurut keterangan TPNPB, latihan tersebut merupakan pelatihan taktis bertajuk Complex Warfare Course. Mereka juga menyebut keterlibatan dua pesawat EMB-314 Super Tucano dari Skadron Udara 21 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
TPNPB mengklaim bahwa materi latihan mencakup taktik perang gerilya, pemasangan ranjau darat, dan strategi militer lainnya. Namun, hubungan antara latihan yang disebutkan tersebut dengan ledakan yang melukai kedua warga sipil belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Melalui siaran persnya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta negara-negara Melanesia, Pasifik, Afrika, Uni Eropa, dan komunitas internasional untuk menghentikan kerja sama militer dengan pemerintah Indonesia. Mereka berpendapat bahwa kerja sama tersebut berisiko memperburuk situasi keamanan dan meningkatkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat sipil di Papua.
TPNPB juga menyoroti dampak konflik bersenjata terhadap masyarakat sipil, termasuk pengungsian di berbagai wilayah Papua. Dalam pernyataannya, mereka mengutip angka 127.031 warga sipil mengungsi berdasarkan laporan Human Rights Monitor per Agustus 2026. Angka tersebut masih perlu dicocokkan dengan laporan asli lembaga terkait sebelum dapat dinyatakan sebagai data terverifikasi.
Peristiwa ledakan yang dilaporkan terjadi di Gunung Maut kembali menyoroti pentingnya perlindungan warga sipil di wilayah yang terdampak konflik bersenjata. Keberadaan benda yang diduga sebagai bahan peledak di jalan umum dapat membahayakan masyarakat apabila tidak segera ditangani secara tepat.
Karena itu, pemeriksaan oleh pihak berwenang dan tenaga penjinak bahan peledak diperlukan untuk memastikan jenis benda tersebut, mengetahui asal-usulnya, serta mengungkap penyebab ledakan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau melempar benda yang dicurigai sebagai bahan peledak dan segera melaporkannya dari jarak aman.
Verifikasi independen terhadap kejadian ini diperlukan untuk memastikan kronologi, kondisi korban, serta dugaan keterkaitannya dengan aktivitas militer sebelumnya.
Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan mencantumkan nama Jenderal Goliath Tabuni sebagai panglima tinggi, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai wakil panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai kepala staf umum, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai komandan operasi umum TPNPB-OPM.(*)
DETIKINI.WEB.ID







