detikini.web.id | Papua |Oleh: Namene Elopere , Dalam gerakan pembebasan nasional KNPB, istilah sosialisme dan komunisme sering menjadi bagian dari pembahasan pendidikan politik dan ideologi perjuangan.

Kedua istilah tersebut memiliki hubungan dalam tradisi pemikiran kiri. Namun, sosialisme dan komunisme mempunyai pengertian, tahapan, serta konsep masyarakat yang berbeda.

Berikut penjelasan sederhana mengenai bagaimana kedua konsep tersebut dipahami dalam kerangka pemikiran perjuangan KNPB.

1. Sosialisme: Tahapan Membangun Masyarakat yang Berkeadilan

Dalam penjelasan ideologi yang disampaikan, sosialisme dipahami sebagai salah satu tahapan menuju tatanan masyarakat yang lebih adil dan merata.

Sosialisme menekankan bahwa alat-alat produksi, seperti tanah, hutan, tambang, dan sumber daya air, harus dikelola dengan mengutamakan kepentingan bersama dan kesejahteraan rakyat, bukan hanya keuntungan korporasi asing atau segelintir kelompok elite.

Negara yang merdeka diharapkan menjadi negara yang berpihak kepada rakyat kecil, melindungi hak-hak masyarakat adat, serta menjamin pemerataan kesejahteraan.

Prinsip dasarnya adalah:

Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat Papua.

Dalam kerangka pemikiran tersebut, sosialisme dipandang sebagai alternatif terhadap sistem ekonomi yang dinilai terlalu mengutamakan kepentingan modal, imperialisme, kolonialisme, dan kapitalisme ekstraktif.

Dengan demikian, sosialisme dalam pandangan yang dijelaskan di sini merupakan cita-cita untuk membangun masyarakat Papua yang berkeadilan sosial, setara, dan bebas dari penindasan antarkelas.

2. Komunisme: Cita-Cita Masyarakat Tanpa Kelas

Sementara itu, komunisme dipahami sebagai gagasan mengenai tatanan masyarakat tanpa kelas sosial.

Dalam teori komunisme, cita-cita utamanya adalah membangun masyarakat yang tidak mengenal hubungan penindasan antara kelompok yang menguasai alat produksi dan kelompok yang hanya menjual tenaga kerjanya.

Tidak ada lagi eksploitasi manusia terhadap manusia. Setiap orang memiliki kedudukan yang setara dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Dalam penjelasan pemikiran KNPB yang disampaikan, konsep masyarakat komunal juga dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat Papua, seperti kebersamaan, gotong royong, solidaritas, dan kehidupan di honai.

Nilai-nilai tersebut dipandang sebagai sumber inspirasi untuk membangun kehidupan masyarakat yang mengutamakan kepentingan bersama.

3. Hubungan Sosialisme dan Komunisme

Dalam tradisi teori Marxis, sosialisme dan komunisme memiliki hubungan konseptual yang erat.

Secara sederhana, hubungan keduanya dapat digambarkan sebagai berikut:

Sosialisme adalah jembatan, sedangkan komunisme merupakan cita-cita masyarakat tanpa kelas yang berada di seberang jembatan tersebut.

Namun, perlu dipahami bahwa hubungan dan tahapan keduanya dapat dijelaskan secara berbeda oleh berbagai aliran pemikiran sosialis dan komunis.

4. Mengapa KNPB Membicarakan Sosialisme dan Komunisme?

Dalam penjelasan ideologi yang disampaikan, terdapat beberapa alasan mengapa pemikiran kiri digunakan dalam pendidikan politik KNPB.

Pertama, analisis terhadap sistem ekonomi dan politik.

Pembahasan diarahkan pada persoalan kolonialisme, imperialisme, kapitalisme global, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Papua.

Kedua, hubungan dengan nilai-nilai komunal masyarakat Papua.

Kebersamaan, gotong royong, solidaritas, dan pengelolaan kehidupan secara kolektif menjadi nilai yang dianggap memiliki kedekatan dengan sejumlah prinsip sosialisme.

Ketiga, solidaritas internasional.

Pemikiran kiri dan gerakan antikolonial menjadi salah satu ruang untuk membangun solidaritas dengan berbagai kelompok dan gerakan sosial di tingkat internasional.

5. KNPB dan Hak Menentukan Nasib Sendiri

KNPB dikenal sebagai organisasi yang mengusung perjuangan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

Dalam kerangka tersebut, referendum menjadi salah satu tuntutan politik utama yang disuarakan organisasi ini.

Penting untuk membedakan antara identitas organisasi, pemikiran ideologis yang berkembang di dalamnya, dan cita-cita mengenai sistem ekonomi-politik yang ingin dibangun.

Penggunaan analisis sosialisme atau komunisme tidak dengan sendirinya menjadikan suatu organisasi sebagai partai komunis.

Begitu pula, cita-cita membangun masyarakat yang berkeadilan sosial tidak harus dimaknai sebagai penyalinan sistem politik negara lain.

PENUTUP

Pada akhirnya, pembahasan sosialisme dan komunisme dalam pendidikan politik KNPB berkaitan dengan pertanyaan mendasar: bagaimana masyarakat Papua dapat membangun kehidupan yang adil, setara, sejahtera, dan menghargai hak setiap manusia?

Kemerdekaan politik, dalam pandangan yang disampaikan, tidak hanya berbicara mengenai perubahan status politik, tetapi juga mengenai bagaimana sumber daya alam dikelola, bagaimana kesejahteraan dibagikan, serta bagaimana rakyat ditempatkan sebagai bagian utama dalam kehidupan sosial dan ekonomi.(*)

detikini.web.id

\ Get the latest news /