YAHUKIMO — detikini.web.id — Dua warga sipil, Ernes Wespa (27) dan Natan Well (18), yang diketahui merupakan pelajar kelas III SMK Negeri 1 Dekai, dilaporkan ditangkap oleh aparat militer Indonesia dalam sebuah operasi di kawasan Kali Merah, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (12/10/2026) dini hari.

Informasi tersebut disampaikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui siaran pers ketiga yang diterbitkan pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam laporan yang diklaim bersumber dari Papua Intelligence Service (PIS) TPNPB di Dekai itu, kedua warga tersebut disebut ditangkap saat aparat melakukan pengepungan terhadap sebuah rumah di kawasan Gereja GIDI Jemaat Sion, Kali Merah.

Menurut laporan tersebut, peristiwa bermula sekitar pukul 02.30 WIT. Sejumlah aparat dilaporkan mendatangi lokasi menggunakan sepeda motor, kemudian sekitar 10 menit setelahnya tim gabungan tiba dengan tiga unit kendaraan militer dan mengepung rumah yang ditempati korban.

PIS TPNPB mengeklaim bahwa Ernes Wespa dan Natan Well kemudian ditangkap serta mengalami penganiayaan. Laporan itu juga menyebut terdengar sembilan kali tembakan sekitar pukul 03.00 WIT. Namun, hingga siaran pers tersebut diterbitkan, keberadaan kedua warga tersebut belum diketahui secara pasti.

KELUARGA TELUSURI KEBERADAAN KORBAN

Dalam siaran pers yang sama, pihak pelapor menyatakan bahwa keluarga dan masyarakat setempat telah berupaya mencari informasi mengenai keberadaan Ernes Wespa dan Natan Well dengan mendatangi sejumlah kantor kepolisian serta pos-pos militer di wilayah Yahukimo.

Menurut keterangan PIS TPNPB, keluarga juga mendatangi Pos Halabok untuk menanyakan keberadaan keduanya. Pihak pelapor menyebut keluarga mendapat jawaban agar tetap berdoa jika ingin bertemu dengan kedua warga tersebut.

Selain itu, laporan tersebut menyebut kondisi rumah korban berantakan dengan sejumlah barang berserakan. Pihak pelapor juga mengklaim menemukan bekas darah di halaman rumah yang mengarah ke kawasan hutan.

Meski demikian, hingga laporan itu disampaikan, belum ada kepastian mengenai lokasi maupun kondisi terkini kedua warga tersebut. Informasi mengenai dugaan penganiayaan, penembakan, serta dugaan bahwa keduanya telah meninggal dunia masih memerlukan verifikasi independen.

TPNPB DESAK KEJELASAN KEBERADAAN KEDUA WARGA

Melalui siaran pers tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak aparat terkait untuk segera memberikan informasi mengenai keberadaan Ernes Wespa dan Natan Well serta memastikan keselamatan keduanya.

Pihak TPNPB juga meminta agar aparat membedakan warga sipil dengan anggota kelompok bersenjata dalam setiap operasi keamanan sehingga masyarakat tidak menjadi korban.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan dua warga yang dilaporkan ditangkap di kawasan permukiman. Kepastian mengenai kronologi kejadian, pihak yang bertanggung jawab, serta kondisi kedua warga tersebut masih perlu ditelusuri melalui keterangan keluarga, saksi di lokasi, dan klarifikasi dari aparat berwenang.

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal 12 Oktober 2026, yang mencantumkan Sebby Sambom sebagai juru bicara. Klaim mengenai penangkapan, penganiayaan, tembakan, dan dugaan kematian kedua warga belum dapat dipastikan secara independen. Redaksi membuka ruang bagi pihak kepolisian, TNI, keluarga korban, dan pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi.

Sumber: Siaran Pers III Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Senin, 12 Oktober 2026.detikini.web.id

\ Get the latest news /