detikini.web.id — Andius Bagubau, calon guru Pendidikan Masyarakat, berpandangan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar berbicara tentang persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga mengenai pentingnya membangun hubungan yang saling menghargai, mendukung, dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Andius, prinsip kesetaraan gender perlu diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan suami istri, dunia kerja, hingga organisasi. Setiap orang harus memiliki kesempatan untuk berkontribusi, menyampaikan pendapat, mengambil keputusan, serta mengembangkan potensi dirinya tanpa direndahkan atau diremehkan karena jenis kelaminnya.

Ia menekankan bahwa laki-laki dan perempuan tidak seharusnya saling menjatuhkan. Sebaliknya, keduanya perlu membangun hubungan yang dilandasi sikap saling melengkapi, komunikasi yang baik, serta tanggung jawab bersama.

“Kesetaraan gender bukan tentang siapa yang lebih tinggi atau lebih berkuasa, melainkan tentang bagaimana kita saling mendukung, menghargai perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama,” demikian pandangan Andius Bagubau.

Lebih lanjut, kesetaraan gender juga berkaitan dengan terciptanya lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang dan berpartisipasi secara adil. Sikap saling menghormati dan mendukung dinilai menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat, baik di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun organisasi masyarakat.

Sebagai calon guru Pendidikan Masyarakat, pandangan tersebut menyoroti pentingnya menumbuhkan kesadaran tentang kesetaraan, penghormatan terhadap sesama, dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, kesetaraan gender bukanlah upaya untuk menentukan siapa yang lebih berkuasa, melainkan membangun kehidupan yang lebih adil, saling menghargai, dan memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan potensinya.(*)

detikini.web.id

\ Get the latest news /