MANADO, DETIKINI.WEB.ID — Seorang mahasiswa Papua bernama Pendison Tepai dilaporkan mengalami luka serius pada bagian leher setelah diduga menjadi korban penyerangan oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat malam (9/10/2026).
Berdasarkan informasi awal yang diterima, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WITA di Jalan P. Benten, Lingkungan I, tepatnya di sekitar kawasan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Saat kejadian, korban disebut sedang dalam perjalanan dari Asrama Paniai menuju Asrama Dogiyai dengan mengendarai sepeda motor.
Dalam perjalanan, korban diduga dihampiri dua orang tak dikenal yang menggunakan satu unit sepeda motor Yamaha Mio. Kedua orang tersebut diduga mendorong korban dari belakang hingga terjatuh.
Setelah korban terjatuh, kedua orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut disebut menggunakan kabel televisi dan mengikatkannya pada bagian leher korban. Akibat peristiwa itu, korban dilaporkan mengalami luka serius.
Informasi awal yang disampaikan juga menyebutkan adanya dugaan ancaman terhadap mahasiswa menggunakan kabel televisi. Namun, keterangan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
Identitas Pelaku Belum Diketahui
Hingga berita ini disusun, identitas kedua orang yang diduga terlibat serta motif kejadian belum dapat dipastikan. Redaksi belum memperoleh konfirmasi independen dari pihak kepolisian mengenai kronologi maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.
Informasi mengenai kondisi terkini korban juga masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.
Redaksi menegaskan bahwa setiap informasi mengenai dugaan tindak pidana perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penyelidikan oleh aparat berwenang. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan tidak berspekulasi atau menyebarkan identitas pihak tertentu tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mahasiswa Papua Diimbau Meningkatkan Kewaspadaan
Menyusul laporan kejadian tersebut, mahasiswa dan mahasiswi Papua yang berada di Manado diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas pada malam hari.
Koordinasi antara pengurus asrama, pimpinan organisasi mahasiswa, dan pihak terkait juga dinilai penting untuk memperkuat komunikasi serta menjaga keamanan bersama.
Mahasiswa yang memiliki informasi mengenai kejadian tersebut diharapkan dapat menyampaikannya kepada aparat kepolisian agar membantu proses klarifikasi dan penanganan sesuai ketentuan hukum.
Seluruh pihak diharapkan tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta menghindari tindakan main hakim sendiri maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Redaksi detikini.web.id akan mengutamakan prinsip akurasi, keberimbangan, dan verifikasi dalam pemberitaan ini. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah terdapat konfirmasi dari sumber-sumber yang berwenang.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diterima dan belum diverifikasi secara independen. Konfirmasi kepada korban, saksi, dan aparat kepolisian diperlukan sebelum seluruh keterangan dapat dinyatakan sebagai fakta.(*)
DETIKINI.WEB.ID







