detikini.web.id | papua tengah | kamis, 29 oktober 2026 – kelompok tentara pembebasan nasional papua barat (tpnpb) kodap kali kopi mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap dua koster gereja katolik di kampung erelmakawia, distrik gome, wilayah perbatasan kabupaten mimika dan kabupaten puncak, papua.

dalam keterangan yang disampaikan melalui tpnpb news pada kamis (29/10), titus kwalik dan anis beanal menyebut penembakan terjadi pada jumat (23/10), sekitar pukul 10.08 waktu setempat. mereka mengklaim dua koster menjadi korban dalam kejadian tersebut, dengan satu orang dilaporkan tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka.

keterangan itu juga menyebut adanya serangan lanjutan pada malam hari ketika aparat militer indonesia dilaporkan sedang melakukan operasi di kawasan kebun dan permukiman warga. belum ada verifikasi independen mengenai kronologi lengkap, identitas korban, maupun kondisi terkini kedua korban.

dalam pernyataan yang sama, titus kwalik dan anis beanal meminta aparat militer indonesia meninggalkan wilayah erelmakawia. mereka menyebut kawasan tersebut sebagai wilayah pengungsian dan menyatakan area konflik berada di sekitar gresberg hingga porsait, yang berkaitan dengan kawasan pertambangan pt freeport indonesia.

pernyataan tersebut juga memuat klaim mengenai warga yang mengungsi dari tembagapura serta lima gereja yang disebut telah kembali dikuasai. rincian mengenai jumlah warga yang mengungsi, kondisi gereja, dan situasi keamanan di lokasi masih memerlukan konfirmasi dari sumber independen serta pihak berwenang.

insiden yang melibatkan tempat ibadah dan petugas gereja menimbulkan perhatian terhadap keselamatan warga sipil di wilayah konflik. perlindungan terhadap masyarakat, tenaga pelayanan keagamaan, serta fasilitas sipil menjadi hal penting dalam situasi keamanan yang belum stabil.

hingga berita ini disusun, informasi dalam laporan ini bersumber dari pernyataan tpnpb news. keterangan dari aparat keamanan, pihak gereja, pemerintah daerah, dan sumber independen diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, jumlah korban, serta kondisi pengungsian di wilayah tersebut.(*)

detikini.web.id 

\ Get the latest news /