detikini.web.id — Tolikara, Papua Pegunungan, 8 Oktober 2026.Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) menyampaikan laporan mengenai dugaan operasi aparat keamanan Indonesia di sejumlah wilayah Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (8/10/2026), juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut aparat militer Indonesia telah bergerak dari Wamena menuju Kabupaten Tolikara sejak 5 hingga 7 Oktober 2026.

Menurut laporan yang disampaikan TPNPB, sejumlah kendaraan militer digunakan untuk membawa personel menuju wilayah Distrik Kembu dan Distrik Telenggeme. TPNPB mengklaim bahwa setelah tiba, aparat mendirikan pos atau kamp militer dan kemudian melakukan pemeriksaan ke sejumlah rumah warga, kebun serta kawasan hutan.

TPNPB juga menyebut operasi tersebut mencakup wilayah Kampung Woraga dan Kampung Wamili, Distrik Gundagi. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa warga yang berada di sekitar Gereja Moria, Klasis Gundagi, diduga ditangkap dan dibawa untuk menjalani interogasi sekitar pukul 04.00 WIT pada Kamis (8/10).

TPNPB Klaim Warga Diinterogasi

Dalam siaran persnya, TPNPB menyatakan warga yang berada di sekitar Gereja Moria masih menjalani interogasi hingga siang dan menjelang sore hari.

TPNPB mengeklaim bahwa interogasi tersebut berkaitan dengan pencarian informasi mengenai keberadaan pasukan TPNPB yang disebut berada di bawah pimpinan Mayor Botak Wanimbo.

Menurut TPNPB, warga yang tidak memberikan informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata tersebut disebut mendapatkan ancaman. Klaim mengenai adanya ancaman penembakan itu disampaikan TPNPB berdasarkan laporan internal mereka dari wilayah Tolikara.

Selain itu, TPNPB menyebut operasi aparat dilakukan dari rumah ke rumah. Anak-anak, perempuan, orang tua hingga warga lanjut usia disebut turut diperiksa atau dimintai keterangan.

TPNPB Sebut Sejumlah Warga Mengungsi

Dalam laporan yang sama, TPNPB mengklaim sejumlah warga sipil telah ditangkap dan sebagian lainnya memilih meninggalkan permukiman serta mengungsi ke kawasan hutan karena khawatir terhadap operasi keamanan yang sedang berlangsung.

TPNPB juga menyatakan belum mengetahui kondisi sebagian warga yang menurut mereka ditahan atau disandera di sekitar Gereja Moria.

Namun, seluruh informasi mengenai penangkapan, penyanderaan, ancaman penembakan, maupun tindakan aparat sebagaimana disebutkan dalam siaran pers tersebut masih merupakan klaim dari pihak TPNPB dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak TNI maupun Polri yang dapat dikutip untuk mengonfirmasi atau membantah seluruh tuduhan tersebut. Detikini.web.id juga belum memperoleh keterangan langsung dari warga yang disebut terdampak.

Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB dan mencantumkan sejumlah pimpinan organisasi, antara lain Jenderal Goliath Tabuni, Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

detikini.web.id akan terus memantau perkembangan informasi mengenai situasi keamanan dan kondisi warga sipil di wilayah Tolikara serta memperbarui laporan berdasarkan keterangan dari berbagai pihak yang dapat diverifikasi.(*)

\ Get the latest news /