detikini.web.id — timika, 22 oktober 2026 timika, papua tengah — mahasiswa, masyarakat intan jaya, dan sejumlah elemen rakyat papua menyatakan penolakan terhadap militerisme dan rencana eksploitasi sumber daya alam di blok wabu, kabupaten intan jaya, papua tengah. melalui seruan “tolak investasi, tolak militerisme, intan jaya bukan tanah kosong, papua bukan tanah kosong”, kelompok tersebut menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak masyarakat adat, perlindungan lingkungan hidup, dan pelibatan masyarakat setempat dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan wilayah mereka.

sebagai bentuk penyampaian sikap, kelompok tersebut mengumumkan rencana aksi pemalangan kantor somatua training center pada jumat, 23 oktober 2026. berdasarkan pemberitahuan yang diterima redaksi, aksi dijadwalkan mulai pukul 08.00 waktu papua barat (wpb) hingga selesai, dengan titik kumpul di depan kantor somatua training center. dom kobogau disebut sebagai koordinator lapangan umum.

soroti seminar tentang potensi mineral dan migas di papua

penolakan tersebut disampaikan untuk menyikapi kegiatan seminar bertajuk “potensi mineral dan migas sebagai potensi akselerator pembangunan di tanah papua”. berdasarkan pemberitahuan kelompok, kegiatan itu disebut berlangsung di jakarta pada rabu, 21 oktober 2026, pukul 12.00 wib, di hotel convention center.

kelompok tersebut menyatakan keberatan terhadap pembahasan rencana eksploitasi blok wabu di jakarta. menurut mereka, pembicaraan mengenai potensi mineral, minyak, dan gas bumi di papua harus mempertimbangkan hak masyarakat adat, dampak lingkungan, serta aspirasi masyarakat yang berpotensi terdampak.

mereka menegaskan bahwa intan jaya bukan tanah kosong yang dapat dibicarakan pemanfaatan sumber daya alamnya tanpa memperhatikan keberadaan dan hak masyarakat adat yang hidup di wilayah tersebut.

nama maximus tipagau disebut dalam pernyataan kelompok

dalam pemberitahuan yang diterima redaksi, kelompok penolak turut menyebut nama maximus tipagau, s.e., yang menurut mereka memiliki keterkaitan dengan pembahasan rencana eksploitasi blok wabu.

namun, dugaan keterkaitan tersebut belum terverifikasi secara independen. redaksi belum memperoleh keterangan langsung dari maximus tipagau maupun penyelenggara seminar mengenai pernyataan tersebut. karena itu, informasi ini tetap perlu dikonfirmasi sebelum kesimpulan lebih lanjut dapat disampaikan.

bagi kelompok penolak, persoalan blok wabu bukan hanya menyangkut investasi dan potensi ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan hak masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan hidup, dan masa depan masyarakat intan jaya.

mereka meminta agar setiap rencana pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat setempat secara bermakna, terutama warga yang berpotensi terkena dampak langsung.

jadwal rencana aksi pemalangan somatua training center

kelompok tersebut mengumumkan rencana aksi pemalangan kantor somatua training center sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan penolakan terhadap militerisme serta investasi yang mereka nilai perlu dikaji dengan memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.

berikut rincian jadwal aksi berdasarkan pemberitahuan yang diterima redaksi:

keterangan informasi
hari/tanggal jumat, 23 oktober 2026
waktu pukul 08.00 wpb hingga selesai
titik kumpul depan kantor somatua training center
lokasi aksi yang dituju kantor somatua training center
koordinator lapangan umum dom kobogau

jadwal tersebut bersumber dari pemberitahuan kelompok dan belum menjadi konfirmasi independen bahwa kegiatan akan terlaksana sesuai rencana.

serukan penghormatan terhadap hak masyarakat adat

melalui seruan “intan jaya bukan tanah kosong” dan “papua bukan tanah kosong”, kelompok tersebut menekankan bahwa masyarakat adat harus dilibatkan dalam pembahasan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah mereka.

mereka berharap setiap kebijakan atau rencana investasi yang berdampak terhadap intan jaya mempertimbangkan hak masyarakat adat, perlindungan lingkungan, dan aspirasi warga setempat. mereka juga meminta agar keputusan mengenai masa depan wilayah tersebut tidak diambil tanpa dialog yang bermakna dengan masyarakat terdampak.

hingga berita ini disusun, redaksi masih memerlukan keterangan dari maximus tipagau, pihak somatua training center, penyelenggara seminar, dan pihak terkait lainnya untuk menghadirkan informasi yang lebih lengkap dan berimbang.

detikini.web.id akan terus mengikuti perkembangan rencana aksi dan berupaya memperbarui pemberitaan apabila terdapat konfirmasi atau informasi baru yang dapat diverifikasi.

catatan redaksi: berita ini disusun berdasarkan pemberitahuan aksi yang diterima redaksi. informasi mengenai seminar dan dugaan keterlibatan pihak tertentu masih memerlukan verifikasi independen. penyebutan nama tidak dimaksudkan sebagai penetapan kesalahan.(*)

 

\ Get the latest news /