detikini.web.id – yahukimo | jumat, 30 oktober 2026,yahukimo — manajemen markas pusat komnas tentara pembebasan nasional papua barat organisasi papua merdeka (tpnpb-opm) mengklaim pasukannya bertanggung jawab atas kematian tiga perempuan yang disebut bernama juliana jikwa, antonia nabyel, dan merina matuan di wilayah roku, kota dekai, kabupaten yahukimo.
dalam siaran pers keempat tertanggal jumat (30/10), juru bicara tpnpb-opm sebby sambom menyampaikan laporan dari yabane sonyap bersama pasukan kodap xvi yahukimo, kompi yemprenge, batalyon yallenang. laporan tersebut menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat.
tpnpb-opm menuduh ketiga perempuan tersebut merupakan agen intelijen militer indonesia. tuduhan itu disampaikan sebagai alasan tindakan yang mereka klaim dilakukan oleh pasukannya. hingga berita ini disusun, identitas, latar belakang, dan dugaan keterlibatan ketiga korban dalam aktivitas intelijen belum dapat diverifikasi secara independen.
dalam siaran pers yang sama, kelompok tersebut juga menyampaikan ancaman akan melakukan operasi lanjutan di kota dekai. mereka meminta guru, tenaga kesehatan, aparatur sipil negara (asn), serta warga pendatang menghentikan aktivitas di wilayah yahukimo. pernyataan itu bahkan memuat ancaman pembunuhan terhadap warga pendatang yang mereka tuduh berkaitan dengan kegiatan intelijen.
ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat sipil, termasuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, pegawai pemerintah, dan warga yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata. keselamatan mereka harus dilindungi dan tidak boleh dijadikan sasaran kekerasan berdasarkan asal-usul maupun tuduhan yang belum dibuktikan.
tpnpb-opm juga menyebut kematian seseorang bernama tirinus keroman yang menurut kelompok tersebut merupakan anggotanya. mereka menyatakan akan melakukan pembalasan atas kematian tersebut. klaim mengenai peristiwa dan pihak yang bertanggung jawab masih memerlukan konfirmasi dari sumber lain.
lebih lanjut, dalam pernyataan yang ditujukan kepada presiden prabowo subianto, tpnpb-opm meminta pemerintah indonesia membuka ruang perundingan untuk membahas akar persoalan konflik politik di papua. kelompok tersebut mengusulkan agar proses perundingan melibatkan pengawasan perserikatan bangsa-bangsa (pbb) atau negara-negara anggota pbb.
hingga berita ini disusun, belum tersedia keterangan dari aparat keamanan, pemerintah daerah yahukimo, maupun pihak keluarga terkait kematian tiga perempuan tersebut. informasi mengenai kronologi kejadian, kondisi korban, dan situasi keamanan di dekai masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.
perkembangan ini menjadi perhatian serius karena adanya klaim pembunuhan disertai ancaman terhadap kelompok masyarakat sipil. semua pihak diharapkan menahan diri, tidak melakukan tindakan balasan, serta mengutamakan perlindungan warga dan penyelesaian konflik melalui cara-cara damai.(*)
detikini.web.id —







