KWIYAWAGI, PAPUA PEGUNUNGAN — Musim panas berkepanjangan yang disertai embun beku dilaporkan berdampak terhadap tanaman dan kehidupan masyarakat di Kwiyawagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dewasa, tetapi juga menjadi pengalaman berat bagi anak-anak, terutama mereka yang masih kecil dan belum pernah menghadapi kondisi alam yang begitu kering.

Di tengah situasi tersebut, Gerius One Yoman turun langsung menemui masyarakat dan keluarga yang terdampak. Kehadirannya menjadi perhatian warga, terutama ketika ia berinteraksi langsung dengan anak-anak di tengah kondisi lingkungan yang sedang mengalami kesulitan.

Gerius tidak hanya melihat kondisi tanaman yang mengering, tetapi juga mendatangi keluarga dan memberikan perhatian kepada anak-anak. Ia terlihat menggendong dan memeluk sejumlah anak yang berada di lokasi.

Momen tersebut kemudian mengundang haru dari orang tua dan masyarakat yang hadir. Tangisan pecah sebagai ungkapan emosi atas perhatian yang diberikan secara langsung kepada keluarga dan anak-anak mereka.

Bagi masyarakat, kehadiran seorang tokoh di tengah kondisi sulit dinilai memiliki makna tersendiri, khususnya ketika perhatian diberikan secara langsung kepada kelompok yang rentan seperti anak-anak.

Peristiwa di Kwiyawagi tersebut menggambarkan bagaimana kondisi alam dan perubahan cuaca dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terhadap ketersediaan tanaman dan ketahanan keluarga.

Kehadiran Gerius One Yoman di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi situasi sulit.

detikini.web.id — Informasi Papua, nasional dan daerah.(*)

\ Get the latest news /