detikini.web.id — Minggu, 18 Oktober 2026,PAPUA — Jhon Anari, yang memperkenalkan diri sebagai diplomat West Papua Liberation Organization (WPLO), menyampaikan tanggapan terhadap komentar Kristian Griapon yang mempertanyakan apakah dirinya layak disebut sebagai pejuang kemerdekaan Papua atau justru berperan dalam perpecahan politik.
Dalam tulisan berjudul “Saya Jhon Anari Menjawab Komentar Kristian Griapon”, Anari membantah anggapan bahwa kritiknya terhadap kepemimpinan organisasi Papua merupakan tindakan memecah belah. Ia menyatakan bahwa kritik tersebut, menurut pandangannya, bertujuan mendorong persatuan dan memperjelas arah perjuangan politik Papua Barat.
Anari menyoroti dinamika kepemimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Ia mempertanyakan proses pergantian kepemimpinan dan penyelenggaraan kongres di Jayapura yang, menurut tuduhannya, mendapat fasilitas atau dukungan dari aparat keamanan Indonesia.
Tuduhan mengenai keterlibatan aparat tersebut merupakan pernyataan Anari dan belum disertai bukti independen dalam naskah yang diterima redaksi. Karena itu, tuduhan tersebut memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan.
Soroti strategi perjuangan politik
Dalam tulisannya, Anari juga mengkritik pendekatan perjuangan yang lebih menekankan isu hak asasi manusia. Ia berpendapat bahwa agenda dekolonisasi politik perlu mendapat perhatian lebih besar, termasuk melalui jalur diplomasi internasional dan upaya hukum yang menurutnya dapat ditempuh di forum internasional.
Anari menyebut sejumlah isu sejarah dan hukum internasional, antara lain Perjanjian Roma yang ia sebut bertanggal 30 September 1962, resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, proses Penentuan Pendapat Rakyat 1969, serta status Papua Barat dalam agenda dekolonisasi PBB.
Namun, sejumlah klaim hukum dan sejarah yang dicantumkan dalam tulisan tersebut masih memerlukan pemeriksaan terhadap dokumen resmi. Penyebutan suatu resolusi, perjanjian, atau forum internasional tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa tuntutan hukum yang diajukan memiliki dasar atau akan diterima oleh lembaga terkait.
Serukan persatuan orang Papua
Anari menegaskan bahwa menurut pandangannya, tujuan utama perjuangan politik Papua Barat seharusnya tidak berpusat pada perebutan jabatan atau persaingan antarkelompok. Ia menyerukan persatuan di antara berbagai organisasi dan tokoh Papua serta mendorong penyusunan strategi diplomasi yang terkoordinasi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menilai perdebatan tersebut berdasarkan informasi dan bukti, bukan hanya sentimen terhadap individu atau kelompok tertentu.
Dalam bagian penutup, Anari menyatakan bahwa dirinya tidak menganggap dirinya sempurna dan mengakui kemungkinan melakukan kesalahan. Ia kembali menekankan pentingnya persatuan dan upaya diplomasi untuk memperjuangkan aspirasi politik yang disampaikannya.
Perlu klarifikasi dari pihak terkait
Perdebatan mengenai kepemimpinan ULMWP, penyelenggaraan kongres, dan strategi perjuangan politik Papua merupakan persoalan yang melibatkan berbagai pandangan. Agar pemberitaan berimbang, tanggapan dari Kristian Griapon, Benny Wenda, pihak ULMWP, serta pihak yang dituduh memberikan dukungan kepada penyelenggaraan kongres perlu dimintakan dan dimuat apabila tersedia.
Naskah ini disusun berdasarkan tulisan Jhon Anari yang diberikan kepada redaksi. Klaim mengenai dukungan aparat, status kepemimpinan organisasi, angka demografi, jumlah pengungsi, serta proses dan dokumen hukum internasional belum diverifikasi secara independen.(*)
detikini.web.id







