JAYAPURA, detikini.web.id — Gembala Dr. Ambirek/t G. Socratez Yoman menyampaikan dukungannya terhadap Pemerintahan Sementara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), konsep Green State Vision, serta agenda diplomasi yang diperjuangkan ULMWP di bawah kepemimpinan Benny Wenda.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam tulisan bertanggal 24 Agustus 2026 dari Ita Wakhu Purom. Dalam tulisannya, Socratez Yoman menjelaskan bahwa dukungan tersebut merupakan sikap pribadinya dan didasarkan pada pemahamannya terhadap sejumlah peristiwa sejarah serta keputusan politik yang berkaitan dengan perjuangan politik Papua.

Socratez Yoman menyatakan bahwa menurut pandangannya, ULMWP tidak lagi sekadar menjadi wadah koordinatif, tetapi telah berkembang menjadi sebuah struktur pemerintahan sementara.

MERUJUK SEJUMLAH PERISTIWA SEJARAH

Dalam pernyataannya, Socratez Yoman merujuk pada sejumlah momentum sejarah, antara lain 1 Desember 1961, pertemuan Tim 100 dengan Presiden BJ Habibie pada 26 Februari 1999, Musyawarah Besar Papua pada Februari 2000, Kongres Nasional II Papua pada Mei–Juni 2000, serta Kongres III Papua pada Oktober 2011.

Ia menilai berbagai momentum tersebut menjadi bagian penting dalam memahami aspirasi politik sebagian masyarakat Papua mengenai status dan masa depan Papua.

Terkait 1 Desember 1961, Socratez Yoman menyampaikan pandangan bahwa tanggal tersebut merupakan bagian penting dari sejarah politik bangsa Papua Barat.

DUKUNGAN TERHADAP DEKLARASI PEMERINTAHAN SEMENTARA

Socratez Yoman juga menyatakan bahwa dirinya mendukung deklarasi Pemerintahan Sementara Papua Barat yang diumumkan ULMWP pada 1 Desember 2020 di Oxford, Inggris.

ULMWP mengumumkan pembentukan Pemerintahan Sementara Papua Barat pada 1 Desember 2020 dan menyatakan Benny Wenda sebagai presiden sementara. ULMWP menyebut struktur tersebut sebagai bagian dari perjuangan politik Papua Barat dan membawa konsep Green State.

Pada Kongres Pertama ULMWP pada November 2023, organisasi tersebut kembali menetapkan Benny Wenda sebagai Presiden ULMWP. ULMWP juga menyampaikan agenda politik dan diplomasi yang menjadi bagian dari perjuangan mereka.

PEMERINTAH INDONESIA MEMILIKI PANDANGAN BERBEDA

Sementara itu, Pemerintah Indonesia sejak deklarasi 2020 telah menyatakan penolakannya terhadap klaim Pemerintahan Sementara Papua Barat tersebut.

Pada Desember 2020, Menko Polhukam saat itu, Mahfud MD, menyebut deklarasi Benny Wenda sebagai pembentukan “negara ilusi” dan menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memenuhi unsur negara menurut pandangan pemerintah Indonesia.

Dengan demikian, terdapat perbedaan mendasar antara posisi ULMWP dan Pemerintah Indonesia mengenai status politik Papua serta legitimasi Pemerintahan Sementara ULMWP.

DUKUNGAN TERHADAP GREEN STATE DAN DIPLOMASI

Dalam tulisannya, Socratez Yoman juga menyatakan dukungannya terhadap konsep Green State yang dikembangkan ULMWP.

Menurut pernyataan tersebut, konsep Green State berkaitan dengan visi politik, perlindungan lingkungan, keadilan sosial, hak asasi manusia, serta masa depan masyarakat Papua.

Socratez Yoman menyebut dukungannya terhadap ULMWP, Green State Vision dan paket diplomasi merupakan sikap pribadi yang menurutnya didasarkan pada pemahaman terhadap sejarah dan aspirasi politik yang berkembang di kalangan masyarakat Papua.

“SAYA SECARA PRIBADI MENDUKUNG”

Dalam bagian akhir pernyataannya, Socratez Yoman menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan sikap pribadi dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh pihak.

Ia menyatakan dirinya mendukung Pemerintahan Sementara ULMWP, Green State Vision, serta berbagai kelompok dan organisasi Papua yang menurut pandangannya dapat bekerja dalam satu rumah bersama untuk memperjuangkan aspirasi politik Papua.

Ia juga menyerukan agar para tokoh dan kelompok perjuangan Papua, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, dapat membagi peran masing-masing dalam memperjuangkan agenda politik mereka.

Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa dirinya akan tetap menyuarakan pentingnya memperingati 1 Desember 1961 sebagai bagian dari sejarah dan identitas politik yang diyakininya.

Ita Wakhu Purom, 24 Agustus 2026

Gembala Dr. Ambirek/t G. Socratez Yoman

CATATAN REDAKSI

Berita ini merupakan pemberitaan mengenai pernyataan dan pandangan politik Gembala Dr. Ambirek/t G. Socratez Yoman. Klaim mengenai status sejarah, kedaulatan, dan legitimasi politik yang terdapat dalam pernyataan tersebut disajikan sebagai pandangan pihak yang bersangkutan dan bukan merupakan penetapan fakta atau sikap politik detikini.web.id.(*)

Redaksi detikini.web.id

\ Get the latest news /