JAYAPURA, PAPUA — Detikini.Web.id — Jeffrey P. Bomanak, yang mencantumkan dirinya sebagai “Chr’Com of OPM TPNPB”, menyampaikan pandangan mengenai dinamika internal yang menurutnya berkaitan dengan sistem, mekanisme, dan nilai-nilai perjuangan yang diklaim dijalankan oleh TPNPB.

Dalam pernyataan yang beredar, Jeffrey menyebut adanya pihak sipil yang menurut pandangannya tidak memahami sistem dan mekanisme militer TPNPB, tetapi berupaya memengaruhi atau mengatur institusi militer tersebut.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai “kecolongan besar” dan “kefatalan yang luar biasa” dalam catatan sejarah perjuangan bangsa Papua.

Menurut Jeffrey, persoalan tersebut berkaitan dengan ambisi serta apa yang ia sebut sebagai “doktrinasi bajakan” yang dinilainya dapat menggeser prinsip-prinsip yang seharusnya menjadi dasar perjuangan.

Ia secara khusus menyebut sejumlah nilai yang menurutnya harus tetap dijaga, yakni ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, dan supremasi hukum universal.

“Kecolongan besar dan kefatalan yang luar biasa dalam catatan sejarah perjuangan bangsa Papua adalah komplotan sipil yang tidak paham sistem dan mekanisme militer TPNPB yang sedang memaksakan dirinya untuk mengatur institusi militer perjuangan bangsa Papua,” demikian bagian dari pernyataan Jeffrey.

Jeffrey juga menilai bahwa upaya tersebut berpotensi membawa skenario yang menurutnya bertentangan dengan nilai-nilai yang ia anggap penting dalam perjuangan Papua.

Pernyataan Politik dan Organisasi

Pernyataan tersebut merupakan pandangan politik dan organisasi yang disampaikan oleh Jeffrey P. Bomanak. Detikini.Web.id belum memperoleh informasi independen yang dapat memastikan siapa pihak yang dimaksud sebagai “komplotan sipil” dalam pernyataan tersebut.

Demikian pula, tidak terdapat keterangan dalam pernyataan yang diterima mengenai nama, struktur organisasi, atau tindakan spesifik pihak yang menjadi sasaran kritik.

Karena itu, istilah dan tudingan yang digunakan dalam pernyataan tersebut perlu dipahami sebagai klaim dan penilaian dari Jeffrey P. Bomanak, bukan sebagai fakta yang telah terverifikasi secara independen.

Jeffrey menutup pernyataannya dengan kembali menekankan pentingnya mempertahankan nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, serta supremasi hukum dalam perjuangan yang ia maksud.

DETIKINI | JAYAPURA

\ Get the latest news /