MAYBRAT, detikini.web.id — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) menyampaikan laporan mengenai dugaan serangan aparat militer Indonesia di wilayah Kampung Susumuk dan Dusun Kawen, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua.
Laporan tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke III Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Minggu, 4 Oktober 2026, yang dikeluarkan oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM.
Dalam siaran pers tersebut, TPNPB menyatakan telah menerima laporan dari Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Mayor Manfred Fatem, mengenai serangan yang disebut berlangsung sejak Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 19.00 hingga Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 06.00 waktu setempat.
Menurut laporan TPNPB, serangan tersebut disebut menyasar wilayah di sekitar Kampung Susumuk dan Dusun Kawen, termasuk kawasan yang disebut sebagai permukiman warga serta wilayah yang menjadi lokasi pasukan TPNPB.
Dua Anggota TPNPB Dilaporkan Hilang
TPNPB menyatakan bahwa serangan terjadi ketika sejumlah pasukannya sedang bergerak kembali menuju markas.
Pasukan yang disebut berada di lokasi antara lain pasukan Kowip 2 Rumana di bawah pimpinan Samuel Assem, Batalyon Ayosami yang dipimpin Mayor Anton Fatem, Batalyon Buaya yang dipimpin Mayor Seth Fatem, Batalyon Karef Hamit yang dipimpin Mayor Yohanis Ky, serta pasukan Korps Wanita.
Dalam laporan tersebut, TPNPB menyebut serangan mengakibatkan dua anggota mereka hilang. Sementara itu, anggota lainnya diklaim berhasil menyelamatkan diri dan telah kembali ke markas TPNPB yang berada di luar Kampung Susumuk dan Dusun Kawen.
Hingga siaran pers tersebut diterbitkan, TPNPB menyatakan belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai identitas maupun kondisi dua anggota yang dilaporkan hilang.
TPNPB Minta Investigasi
Selain melaporkan serangan terhadap pasukannya, TPNPB juga menyebut adanya serangan yang diduga terjadi di sekitar pemukiman warga sipil.
TPNPB menyatakan belum mengetahui secara pasti apakah terdapat korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil. Karena itu, organisasi tersebut meminta agar dilakukan investigasi terhadap kondisi di sekitar Kampung Susumuk dan Dusun Kawen.
Dalam siaran persnya, TPNPB juga menyatakan bahwa serangan disebut melibatkan penggunaan drone dan berlangsung hingga Minggu pagi.
TPNPB mengklaim tidak terdapat korban jiwa dari pasukannya dalam serangan terhadap wilayah yang mereka sebut sebagai markas.
Desak Penghentian Penggunaan Senjata Berat
Menanggapi peristiwa tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Panglima TNI, serta jajaran pemerintah dan aparat keamanan menghentikan penggunaan senjata berat dalam operasi militer di Tanah Papua.
TPNPB juga menyerukan agar keselamatan masyarakat sipil menjadi perhatian utama dalam setiap operasi keamanan di wilayah konflik.
Dalam pernyataannya, TPNPB secara khusus menyebut penggunaan drone, pesawat Super Tucano, dan sejumlah alutsista lainnya sebagai hal yang perlu dihentikan dalam operasi militer di Papua.
TPNPB Soroti Pencalonan Indonesia di Dewan Keamanan PBB
Dalam siaran pers yang sama, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB turut menyampaikan sikap politik mengenai rencana Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2029–2030.
TPNPB meminta negara-negara anggota PBB dan lembaga PBB mempertimbangkan kondisi konflik di Papua sebelum memberikan dukungan terhadap pencalonan Indonesia.
Menurut TPNPB, pemerintah Indonesia perlu terlebih dahulu menyelesaikan akar persoalan konflik di Papua yang menurut mereka telah berlangsung selama puluhan tahun.
TPNPB menyatakan bahwa penyelesaian konflik dan persoalan politik di Papua harus menjadi bagian dari upaya menuju perdamaian sebelum Indonesia memperoleh dukungan untuk menduduki posisi sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Siaran pers tersebut ditutup dengan pernyataan atas nama Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan ditandatangani oleh Sebby Sambom sebagai juru bicara TPNPB-OPM.
Dokumen tersebut juga mencantumkan Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, serta Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan siaran pers resmi yang diklaim dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan disampaikan oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada 4 Oktober 2026. Klaim mengenai serangan, penggunaan drone dan alutsista, dua anggota TPNPB yang dilaporkan hilang, serta kondisi masyarakat sipil belum diverifikasi secara independen oleh detikini.web.id. Konfirmasi dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dan sumber independen diperlukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai situasi di Maybrat.(*)







