detikini.web.id — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) menyampaikan pernyataan duka atas wafatnya Abenele Bahabol yang disebut meninggal dunia karena sakit pada Jumat, 2 Oktober 2026 sekitar pukul 00.01.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Minggu, 4 Oktober 2026, yang ditandatangani juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Dalam siaran pers tersebut disebutkan bahwa laporan mengenai wafatnya Abenele Bahabol diterima dari Komandan Batalyon HSSBI, Mayor Enos M. Yoal, bersama Komandan Operasi Wene Kobak dari markas TPNPB Batalyon HSSBI di Yahukimo.

Menurut pernyataan tersebut, Abenele Bahabol mengalami sakit selama sekitar tiga bulan. TPNPB menyebut penyakit yang dideritanya antara lain gangguan paru-paru, lambung, dan limpa.

TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Brigjen Elkius Kobak bersama Mayor Kopitua Heluka dan sejumlah pasukan juga menyampaikan pernyataan duka kepada anggota TPNPB di berbagai wilayah Papua.

Disebut Bergabung Sejak 2023

Dalam siaran pers itu, TPNPB menyatakan bahwa Abenele Bahabol bergabung dengan TPNPB Kodap XVI Yahukimo melalui Batalyon HSSBI pada 2023.

TPNPB menyebut Abenele diserahkan oleh orang tuanya kepada Komandan Batalyon HSSBI, Mayor Enos M. Yoal, bersama Komandan Operasi Wene Kobak.

Siaran pers tersebut juga menyebut Abenele selama bergabung dengan kelompok tersebut ditempatkan sebagai pasukan di garis depan dalam konflik bersenjata di wilayah Yahukimo.

Pernyataan mengenai aktivitas dan peran Abenele tersebut merupakan klaim yang disampaikan oleh pihak TPNPB dalam siaran persnya.

Sampaikan Terima Kasih kepada Keluarga

Selain menyampaikan duka, pihak TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua dan keluarga Abenele Bahabol.

Ucapan tersebut ditujukan kepada keluarga yang menurut TPNPB telah menyerahkan Abenele untuk bergabung dengan kelompok tersebut.

Di sisi lain, siaran pers TPNPB juga berisi imbauan kepada anggotanya untuk berhati-hati terhadap makanan dan minuman yang dijual melalui kios-kios yang disebut berkaitan dengan pemerintah Indonesia. TPNPB mengeklaim produk tersebut mengandung zat kimia dan racun.

Klaim mengenai kandungan racun tersebut tidak disertai bukti atau hasil pemeriksaan independen dalam siaran pers yang diterima.

Siaran pers tersebut ditutup dengan pernyataan atas nama Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM serta mencantumkan sejumlah pimpinan organisasi, yakni Jenderal Goliath Tabuni, Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada 4 Oktober 2026. Sejumlah pernyataan mengenai konflik bersenjata, aktivitas anggota, maupun dugaan kandungan zat berbahaya merupakan klaim dari pihak yang menerbitkan siaran pers dan belum diverifikasi secara independen.(*)

\ Get the latest news /