detikini.web.id — NEW YORK, September 2026 — Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Free West Papua Movement U.S. menyampaikan aspirasi mengenai West Papua di salah satu akses menuju kawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, bertepatan dengan rangkaian United Nations General Assembly (UNGA) ke-81.
Dalam kegiatan tersebut, para aktivis membawa bendera Bintang Kejora dan sejumlah poster yang memuat pesan mengenai West Papua, hak asasi manusia (HAM), serta hak masyarakat adat.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung ketika para delegasi, staf PBB, pejabat, dan peserta UNGA beraktivitas di sekitar kawasan gedung PBB. Menurut keterangan penyelenggara, sejumlah orang yang melintas terlihat memperhatikan poster dan bendera yang dibawa para aktivis.
Sebagian di antaranya kemudian berhenti untuk bertanya mengenai alasan kegiatan tersebut serta persoalan yang ingin disampaikan terkait West Papua.
Para aktivis kemudian berdialog dengan masyarakat yang datang. Mereka menyampaikan informasi mengenai sejarah West Papua serta persoalan HAM yang, menurut mereka, masih menjadi perhatian masyarakat West Papua.
Menurut pihak Free West Papua Movement U.S., sejumlah orang yang ditemui mengaku baru pertama kali memperoleh informasi mengenai West Papua. Para aktivis memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan pandangan dan aspirasi mereka kepada masyarakat yang berada di lokasi.
Selain melakukan dialog secara langsung, beberapa anggota kelompok tersebut juga diwawancarai oleh media lokal di New York. Wawancara itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pandangan mengenai situasi West Papua kepada publik yang lebih luas.
Pihak penyelenggara menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan isu West Papua di ruang publik internasional, khususnya ketika perhatian masyarakat dunia tertuju ke New York selama pelaksanaan UNGA 81.
Dalam keterangan yang dibagikan setelah kegiatan, Free West Papua Movement U.S. menyampaikan bahwa berbagai percakapan yang terjadi di lokasi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan West Papua kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui persoalan tersebut.
“Foto-foto yang dibagikan hanya menunjukkan beberapa momen dari kegiatan tersebut. Di balik setiap foto terdapat percakapan, pertanyaan, dan orang-orang yang untuk pertama kalinya mendengar tentang West Papua,” demikian keterangan pihak penyelenggara.
Kegiatan tersebut berlangsung di New York pada September 2026, bertepatan dengan rangkaian pelaksanaan UNGA 81.
(*)
New York City — September 2026







