NEW YORK, detikini.web.id — Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Cooper Wale, menyampaikan keprihatinan terhadap laporan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua Barat dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Jumat (25/9/2026).
Dalam pembahasan mengenai isu dekolonisasi dan kawasan Pasifik, Wale menyebut masyarakat Papua Barat sebagai bagian dari “saudara-saudari Melanesia” di kawasan tersebut.
Ia mengatakan berbagai laporan mengenai persoalan HAM di Papua Barat telah berlangsung dalam waktu yang panjang dan perlu dilakukan verifikasi secara independen.
Wale juga menegaskan bahwa Kepulauan Solomon tetap menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia serta hubungan persahabatan dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia.
Serukan Akses Komisaris Tinggi HAM PBB
Dalam kesempatan tersebut, Wale kembali menyerukan agar Indonesia memfasilitasi kunjungan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia ke Papua Barat.
Menurut Wale, kunjungan tersebut penting untuk memberikan ruang bagi penilaian secara independen terhadap berbagai laporan dan kekhawatiran mengenai situasi HAM di Papua Barat.
Seruan mengenai kunjungan tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian sejumlah negara dan forum negara-negara Pasifik. Dalam dokumen Dewan HAM PBB, terdapat rekomendasi agar Indonesia menerima kunjungan Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB ke Papua dan Papua Barat.
Wale menyampaikan bahwa pemberian akses bagi kunjungan tersebut dapat menjadi langkah untuk membangun kepercayaan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik yang memiliki perhatian terhadap isu Papua.
Posisi PNG dan Forum Pasifik
Sementara itu, posisi Perdana Menteri Papua Nugini (PNG), James Marape, mengenai pernyataan terbaru terkait Papua Barat dalam Sidang Umum PBB ke-81 belum disampaikan secara terbuka dalam pemberitaan yang tersedia.
Marape sebelumnya ditugaskan sebagai salah satu Utusan Khusus Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/PIF) untuk melakukan dialog dengan Indonesia mengenai isu Papua, bersama Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka.
Perdana Menteri Matthew Wale hadir di New York bersama para pemimpin dunia lainnya dalam Sidang Umum PBB ke-81. Pemerintah Kepulauan Solomon sebelumnya mengonfirmasi bahwa Wale berangkat ke New York untuk menghadiri sidang tersebut dan menyampaikan pernyataan nasional negaranya.
Isu Papua Barat kembali menjadi salah satu perhatian dalam hubungan antara negara-negara Melanesia dan Indonesia, khususnya terkait persoalan HAM dan akses pemantauan independen.(*)
detikini.web.id







