YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN — Detikini.Web.id — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) menyampaikan klaim adanya penembakan terhadap warga sipil di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers bertanggal 21 September 2026 dan ditandatangani oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Menurut TPNPB, peristiwa tersebut terjadi pada 18 September 2026 sekitar pukul 24.00 ketika sejumlah warga yang disebut sebagai para pendulang emas bergerak dari lokasi pendulangan menuju Kampung Samboga.
TPNPB menyatakan terdapat 10 warga sipil yang menjadi korban penembakan. Dalam siaran pers tersebut, enam orang disebut mengalami luka tembak, masing-masing Yonas Aje (22), Pilatus Porpom (25), Daniel Timuka (19), Kani Borpom (20), Yanus Patika (28), dan Elli Timuka (28).
TPNPB menuduh aparat militer Indonesia telah memantau pergerakan para warga menggunakan drone sebelum melakukan penembakan ketika mereka memasuki wilayah Kampung Samboga. TPNPB juga menyatakan tidak terdapat tembakan peringatan sebelum kejadian.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Detikini.Web.id. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, maupun pihak independen mengenai jumlah korban, kronologi kejadian, dan kondisi para korban yang disebut dalam siaran pers tersebut.
TPNPB MINTA AKSES KEMANUSIAAN
Dalam pernyataannya, TPNPB mengklaim bahwa sejak 18 hingga 21 September 2026 para korban belum dievakuasi dari lokasi kejadian.
Organisasi tersebut kemudian meminta pemerintah membuka akses bagi gereja dan lembaga kemanusiaan untuk melakukan evakuasi apabila terdapat korban yang membutuhkan pertolongan medis.
TPNPB juga menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memperoleh dokumentasi foto atau video mengenai kondisi korban karena, menurut mereka, lokasi kejadian masih berada dalam penguasaan aparat.
Atas kondisi tersebut, TPNPB meminta Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI untuk memberikan perhatian terhadap laporan tersebut serta memastikan akses kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
SAMBOGA PERNAH MENJADI LOKASI KONTAK TEMBAK
Kampung Samboga, Distrik Seredala, sebelumnya juga pernah dilaporkan menjadi lokasi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pada April 2026.
Pada 15 April 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo dilaporkan terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di sekitar Jalan Trans Papua, Kampung Samboga. Menurut keterangan kepolisian, kontak tembak bermula setelah kendaraan taktis aparat mendapat tembakan dan kemudian terjadi tembakan balasan. Polisi menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Keterangan tersebut merupakan versi aparat mengenai peristiwa April dan tidak dapat digunakan untuk memastikan kronologi laporan penembakan yang disebut TPNPB terjadi pada September 2026.
PERLU VERIFIKASI LAPANGAN
Laporan mengenai dugaan penembakan warga sipil di wilayah konflik membutuhkan verifikasi lapangan, terutama untuk memastikan identitas korban, jumlah korban, waktu dan lokasi kejadian, penyebab kematian atau luka, serta pihak yang bertanggung jawab.
Detikini.Web.id akan memperbarui informasi apabila memperoleh keterangan resmi dari TNI/Polri, pemerintah daerah, keluarga korban, gereja, lembaga kemanusiaan, atau sumber independen lainnya.
Sumber utama: Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, 21 September 2026.
Catatan redaksi: Seluruh tuduhan terhadap aparat dalam berita ini merupakan klaim pihak TPNPB dan belum terverifikasi secara independen.(*)
DETIKINI | YAHUKIMO







