FIJI, detikini.web.id — Perdana Menteri Vanuatu, Yang Terhormat Jotham Napat, dan Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Yang Terhormat Matthew Wale, menggelar pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Pra-COP31 di Fiji, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan kedua pemimpin negara Melanesia tersebut membahas sejumlah agenda strategis, dengan fokus utama pada percepatan proses penyelesaian batas maritim antara Vanuatu dan Kepulauan Solomon.
Kedua pemimpin mengakui berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam proses tersebut. Mereka menginstruksikan para pejabat terkait agar segera menyelesaikan seluruh perjanjian yang masih tertunda, sehingga tanggal pasti untuk pelaksanaan upacara penandatanganan resmi dapat segera ditetapkan.
Selain persoalan batas maritim, pembicaraan juga mencakup sejumlah isu regional yang menjadi perhatian bersama, termasuk situasi yang masih berlangsung di West Papua (Papua Barat).
Dalam rangka memperkuat kerja sama regional, Perdana Menteri Napat dan Perdana Menteri Wale juga sepakat untuk memperdalam landasan hubungan kedua negara yang telah dibangun melalui Perjanjian Motalava Lava.
Kedua pemimpin secara khusus mendorong pengembangan protokol yang jelas untuk mengimplementasikan Perjanjian Tirivau, sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi agenda bersama.
Upaya tersebut akan ditempuh melalui pendekatan yang mereka sebut sebagai “cara Melanesia” (the Melanesian way), yang menekankan dialog, kerja sama, serta penyelesaian persoalan melalui hubungan dan nilai-nilai Melanesia.
Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat hubungan dan kerja sama di kawasan Pasifik, sekaligus memastikan berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan bersama dapat diselesaikan melalui mekanisme yang disepakati kedua pihak.
Foto: PMO
Sumber: PMO
Editor: detikini.web.id(*)