DONE BALOGO, PAPUA — Detikini.Web.id — Operasi pengamanan yang melibatkan pasukan gabungan Koops TNI Habema dilaporkan berlangsung di kawasan Kampung Done Balogo pada Jumat, 25 September 2026. Dalam laporan yang diterima Detikini.Web.id, operasi tersebut disebut mengakibatkan empat anggota kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) meninggal dunia.
Dari empat orang yang dilaporkan tewas, dua jenazah disebut berhasil ditemukan dan didokumentasikan di lokasi kejadian. Sementara dua orang lainnya dilaporkan meninggal setelah terjatuh ke dalam jurang saat proses penyergapan berlangsung.
Pascaoperasi, pasukan gabungan disebut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata. Barang-barang tersebut antara lain senjata api, amunisi, perlengkapan optik, senjata tajam, alat komunikasi, dokumen, perlengkapan medis, serta sejumlah peralatan logistik.
Senjata SS2.V4 Disebut Berhasil Direbut Kembali
Salah satu temuan yang disebut menjadi perhatian dalam operasi tersebut adalah satu pucuk senapan serbu SS2.V4 dengan nomor seri BD CS 015671.
Berdasarkan informasi yang diterima Detikini.Web.id, senjata tersebut disebut merupakan senjata organik milik TNI yang sebelumnya dikuasai kelompok bersenjata. Senjata itu juga dikaitkan dengan almarhum Pratu Anggi, personel Satgas 712 yang disebut gugur dalam insiden sebelumnya.
Keterangan mengenai asal-usul, kepemilikan, dan riwayat senjata tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak TNI atau sumber resmi terkait.
Selain SS2.V4, aparat dilaporkan mengamankan satu unit optik Trijicon, satu buah teleskop, satu magazen SS2, serta sekitar 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Tim juga disebut menemukan sejumlah senjata tajam dan senjata tradisional, antara lain lima busur panah, enam parang, dan tiga pisau.
Perlengkapan Komunikasi dan Logistik Turut Diamankan
Dalam laporan yang diterima, aparat juga mengamankan sejumlah perlengkapan komunikasi dan logistik dari lokasi yang disebut sebagai area kelompok bersenjata.
Barang tersebut antara lain tujuh unit telepon genggam, terdiri atas empat perangkat Android dan tiga telepon Nokia, tujuh buah noken, perlengkapan medis darurat, serta sejumlah peralatan pertukangan.
Selain itu, sebuah buku rekening Bank Papua atas nama Herman Hogajau dari Cabang Sugapa juga disebut ditemukan di lokasi.
Kepemilikan dan keterkaitan masing-masing barang dengan aktivitas kelompok bersenjata tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Situasi Keamanan Masih Dipantau
Laporan yang diterima Detikini.Web.id menyebutkan tidak terdapat korban jiwa maupun luka dari pihak aparat dan masyarakat selama operasi berlangsung.
Pascaoperasi, kawasan Kampung Done Balogo dilaporkan masih berada dalam pemantauan aparat gabungan. Pemantauan dilakukan untuk menjaga kondisi keamanan serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, Detikini.Web.id belum memperoleh keterangan langsung dari Koops TNI Habema mengenai kronologi lengkap operasi, identitas empat orang yang dilaporkan meninggal dunia, maupun rincian resmi seluruh barang yang diamankan.
Karena itu, informasi mengenai jumlah korban, kepemilikan senjata SS2.V4, serta keterkaitan barang-barang yang ditemukan masih ditempatkan sebagai laporan awal dan menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Detikini.Web.id akan memperbarui pemberitaan apabila terdapat keterangan resmi maupun perkembangan baru yang dapat diverifikasi. (*)
DETIKINI | PAPUA







